Tampilkan postingan dengan label Jelly gamat obat diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelly gamat obat diabetes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2011

JELLY GAMAT SURABAYA | JUAL GAMAT SURABAYA | AGEN GAMAT SURABAYA | JELLY GAMAT GOLD-G | JUAL GAMAT DI SURABAYA | AGEN GAMAT SIDOARJO | AGEN GAMAT DI GRESIK | AGEN GAMAT DI PASURUAN | AGEN GAMAT DI MALANG

AGEN GAMAT NASIONAL
 FOTO INI HASIL TERAPI DENGAN JELLY GAMAT GOLD-G
BUKAN DENGAN GAMAT YANG LAIN 

Penderita Diabetes: Seorang bapak penderita diabetes selama bertahun-tahun tidak sembuh meski telah berobat secara terus-menerus. Akhirnya dokter memvonis harus diamputasi. Beliau akhirnya mendapatkan kesembuhan dan tidak jadi diamputasi setelah meminum Gold-G dan mengoleskan pada bagian kaki yang telah membusuk.

Gambar di sebelah menunjukkan perubahan yang drastis antara sebelum diterapi dengan meminum dan mengoleskan Gold-G dengan kondisi kaki setelah terapi Gold-G. Akhirnya, kaki beliau sembuh dan tidak jadi diamputasi.

Penderita Kaki Gajah: Ibu penderita kaki gajah ini sering mengalami deman dan sakit.
Kaki beliau terus membengkak dan bertambah besar. Setelah terapi dengan meminum dan mengoleskan Gold-G, beliau tidak lagi demam, dan menjadi lebih bertenaga. Pada perkembangan selanjutnya, beliau dapat berjalan.

Penderita Luka Bakar 80%: Seorang ibu yang tubuhnya mengalami luka bakar lebih dari 80%, terbantu dengan Gold-G dalam waktu singkat. Lihat perbedaan antara sebelum dan sesudah terapi dengan meminum & mengoleskan Gold-G.
Lihat perbedaan antara sebelum dan sesudah terapi dengan meminum & mengoleskan Gold-G

Penderita Psoriasis (Kulit): Seorang anak (Moh. Nasriq Helmi) yang baru berumur 11 tahun menderita psoriasis (masalah kulit), dapat terbantu dengan Gold-G dalam waktu singkat.
Lihat perbedaan antara sebelum dan sesudah terapi dengan meminum & mengoleskan Gold-G

Penderita Arthritis: Belia sering mengalami nyeri tulang ekor, dapat sembuh setelah dioles Gold-G kurang lebih 3-4 jam

Hidung Mimisan: Ibu Pujiwati, anaknya menderita mimisan (hidung sering keluar darah), dapat teratasi dengan meminumkan Gold-G selama 2 minggu.
Foto di sebelah adalah kesaksian dari Bapak Syamsuddin dan istrinya (keduanya ahli pengobatan tulang):
  • "Pasien saya bernama Pak Simanjuntak umur 46 tahun mengalami patah tulang, dapat terbantu dengan Gold-G selama 2 minggu. Istri saya tinggal meluruskan tulangnya, dan Gold-G yang menyambung".
  • "Saya juga mempunyai pasien yang menderita asam urat. Setelah terapi Gold-G selama 2 bulan, asam uratnya turun dari 7,6 mg% menjadi 6,3 mg%."
  • "Pasien saya bernama Bapak H. Syarifudin yang menderita masalah pernafasan lebih dari 5 tahun, dapat terbantu (sembuh) setelah terapi Gold-G selama 2 minggu.

Gold-G Untuk Kosmetik: "Dengan dioles Gold-G, muka saya tambah kencang dan cantik....."
Dr. F. Liana Wanane (dokter RSUD Abepura): "Pasien saya seorang ibu yang sudah berusia 60 tahun menderita diabetes (kencing manis) selama beberapa tahun. Lalu saya kasih minum 1 sendok Gold-G di tempat praktek saya. Sebelum minum Gold-G, gula darahnya telah saya periksa di laboratorium 194, sehari kemudian, beliau datang dan saya periksa gula darahnya, ternyata turun menjadi 87."

Ibu Zubaedah Bauw: "Anak saya mengalami kecelakaan dengan luka-luka di kepala dan harus dijahit. Alhamdulillah, luka cepat kering dan sembuh setelah diberi minum Gold-G."

Luka, Keseleo, dan Reumatik: "Saya menglaami luka dan keseleo di kaki, terbantu dengan cepat setelah mengoleskan Gold-G. Saya juga sakit reumatik. Rasanya sakit sekali, terbantu Gold-G dengan cepat."

Kuku Kaki Terlepas: "Kuku kaki saya terlepas. Rasanya sakit sekali. Dapat terbantu Gold-G kurang dari 4 hari."

Sakit Maag: "Saya (Ibu Suryati), menderita sakit maag kurang lebih selama 21 tahun, dapat teratasi (sembuh) setelah meminum Gold-G."

Sakit Malaria: Ibu L.T. Soedaryo menderita sakit malaria dapat terbantu (sembuh) dengan meminum Gold-G.

Sakit Asam Urat: Ibu Dr. Ester (seorang pendeta) menderita sakit asam urat sangat akut. Sudah beberapakali konsultasi dengan dokter. Tetapi belum sembuh juga. Lalu melakukan terapi dengan Gold-G. Hari pertama, tidak bisa bangun. Hari kedua beliau bisa bangun dan pergi ke kamar mandi untuk cuci rambut.

Sakit Asam Urat & Pengapuran: "Saya mengalami asam urat dan pengapuran pada kaki, dokter memvonis harus operasi, tetapi saya bersyukur dapat terbantu dengan Gold-G dalam waktu singkat."

Asam Urat & Kosmetik: Ibu Marisi, orang tua beliau umur 78 tahun, menderita asam urat dan komplikasi lainnya, dapat terbantu dengan meminum dan mengoles Gold-G.
Ibu Marisi juga sekarang sudah tidak memakai bedak dan pembersih wajah lagi, beliau sudah mengganti kosmetiknya dengan Gold-G. Wajah menjadi halus dan bersih.

Sakit Bisul & Maag: Ibu Watik menderita bisul di kaki besar sekali, teratasi dengan mengoleskan dan meminum Gold-G selama 2 hari. Selain itu, beliau juga menderita maag kronis, terbantu dengan Gold-G selama beberapa menit.

Rematik & Kulit Gatal: Kakak beliau menderita sakit rematik dan gatal-gatal, banyak resep dokter dia minum, tetapi tidak mendapatkan hasil. Akhirnya melakukan terapi dengan Gold-G, dan dapat sembuh.

Sakit Stroke: Beliau menderita stroke, dapat terbantu dan bisa berjalan dengan cepat setelah mengkonsumsi/minum Gold-G.

Tersiram Minyak Panas: Ibu Freddy Maskita terkena musibah tersiram minyak panas, beliau lalu mengoleskan Gold-G, luka cepat kering, sembuh, dan halus.

Luka dan gatal-gatal: Ibu Hj. Asmuni: "Saya mengalami luka dan gatal-gatal, alhamdulillah sembuh. Begitu juga tangan dan kaki mengalami kaku-kaku, dapat teratasi dengan singkat setelah minum Gold-G. Bau rambut juga dengan cepat hilang setelah dioles Gold-G." 



Minggu, 19 Desember 2010

Diabetes, si Penyakit Gula Madu

Jumlah pengidap diabetes di Indonesia menurut data WHO pada tahun 2009 mencapai 8 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Itu yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Survey terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota maupun desa, memiliki risiko diabetes yang sama. Apa itu diabetes? Bagaimana gejala diabetes? Apa bahaya diabetes sehingga sering dijuluki "Sillent Killer" atau "Pembunuh yang Senyap"? Dapatkah diabetes disembuhkan?

Diabetes Mellitus

Nama lengkap diabetes adalah diabetes mellitus yang berarti "gula madu". Istilah "diabetes melitus" berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti "mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer" dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi "semanis madu".

Pengertian dari Bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Itu sebabnya diabetes sering disebut sebagai penyakit kencing manis.

Apa itu Diabetes?

Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.

Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia

Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik.

Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Jadi diabetes tipe ini berkaitan dengan kerusakan atau gangguan fungsi pankreas menghasilkan insulin.

Penderita penyakit diabetes tipe 1 sebagian besar terjadi pada orang di bawah umur 30 tahun. Itu sebabnya penyakit ini sering dijuluki diabetes anak-anak karena penderitanya lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin akibat kelainan sistem imun tubuh yang menghancurkan sel yang menghasilkan insulin atau karena infeksi virus sehingga hormon insulin dalam tubuh berkurang dan mengakibatkan timbunan gula pada aliran darah.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Karena kekurangan insulin menyebabkan glukosa tetap ada di dalam aliran darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Beberapa penyebab pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin pada penderita diabetes tipe 1, antara lain karena:

  • Faktor keturunan atau genetika. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita diabetes, maka anak akan berisiko terkena diabetes.
  • Autoimunitas yaitu tubuh alergi terhadap salah satu jaringan atau jenis selnya sendiri�dalam hal ini, yang ada dalam pankreas. Tubuh kehilangan kemampuan untuk membentuk insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.
  • Virus atau zat kimia yang menyebabkan kerusakan pada pulau sel (kelompok-kelompok sel) dalam pankreas tempat insulin dibuat. Semakin banyak pulau sel yang rusak, semakin besar kemungkinan seseorang menderita diabetes.

Perawatan Diabetes Tipe 1

Karena pankreas kesulitan menghasilkan insulin, maka insulin harus ditambahkan setiap hari. Umumnya dengan cara suntikan insulin. Apakah bisa dengan perawatan secara oral? Tidak bisa, karena insulin dapat hancur dalam lambung bila dimasukkan lewat mulut.

Cara lain adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pankreas. Jika pankreas bisa kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas bisa memenuhi kebutuhan insulin yang dibutuhkan tubuh.

Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1, pada tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik. Sedangkan pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatasi kekurangan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan naik.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang sebagian besar diderita. Sekitar 90% hingga 95% penderita diabetes menderita diabetes tipe 2. Jenis diabetes ini paling sering diderita oleh orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun dan cenderung semakin parah secara bertahap.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyebab diabetes tipe 2 karena insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi untuk mengikat gula yang ada dalam darah akibat pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa penyebab utama diabetes tipe 2 dapat diringkaskan sebagai berikut:

  • Faktor keturunan, apabila orang tua atau adanya saudara sekandung yang mengalaminya.
  • Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Banyaknya gerai makanan cepat saji (fast food) yang menyajikan makanan berlemak dan tidak sehat.
  • Kadar kolesterol yang tinggi.
  • Jarang berolahraga.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.

Semua penyebab diabetes tipe 2 umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat metabolisme dalam tubuh yang tidak sempurna sehingga membuat insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hormon insulin dapat diserap oleh lemak yang ada dalam tubuh. Sehingga pola makan dan haya hidup yang tidak sehat bisa membuat tubuh kekurangan insulin.

Perawatan Diabetes Tipe 2

Perawatan diabetes tipe 2 adalah dengan memaksa fungsi kerja pankreas sehingga dapat menghasilkan insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh, maka kadar gula dalam darah akan menurun karena dapat diubah menjadi energi. Dalam banyak kasus, dapat diobati dengan minum pil, paling tidak pada awalnya, untuk merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Pil itu sendiri bukan insulin.

Namun pankreas bisa lelah menghasilkan insulin jika terus menerus dipaksa. Cara terbaik untuk mengatasi diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik untuk mengurangi berat badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang sesuai.

Gejala Diabetes

Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Secara umum, beberapa gejala yang terjadi antara lain:

  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa sangat haus
  • Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
  • Sering kesemutan pada kaki atau tangan.
  • Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.
  • Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.
  • Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.
  • Mudah merasa lelah.

Apakah Anda Terkena Diabetes?

Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabetes, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.

Berapa kadar gula yang normal?

Kadar gula setelah puasa:
Normal: di bawah 100 mg/dl
Pradiabetes: 100 - 126 mg/dl
Diabetes: di atas 126 mg/dl

Kadar gula 2 jam setelah makan:
Normal: di bawah 140 mg/dl
Pradiabetes: 140 - 200 mg/dl
Diabetes: di atas 200 mg/dl

Tes darah

Biasa dilakukan di laboratorium, yang dites adalah darah saat puasa dan postprandial. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.

Tes Urine

Urine atau air kencing diperiksa kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea untuk mengetahu apakah seseorang menderita penyakit ini atau tidak. Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik.

Glukometer

Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah bila memiliki alatnya. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah. Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada mesin glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi gula tinggi dapat segera melakukan pengecekan di laboratorium dan menghubungi dokter. Alat glukometer terkini sudah dirancang begitu mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit saat mengambil sampel darah.

Bahaya Diabetes

Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.

  • Komplikasi Jangka Panjang

    Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian. Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.

  • Hipoglikemia

    Walaupun tidak baik bila kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.

  • Ketoasidosis

    Jika glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Cegah dan Kendalikan Diabetes

Mengingat bahaya dan komplikasi yang dapat disebabkan penyakit diabetes, maka menghindari atau mengendalikan kadar gula yang tinggi adalah cara terbaik. Bagaimana caranya?

  • Menurunkan berat badan. Lemak dalam tubuh dapat menyerap insulin.
  • Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.
  • Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.
  • Minum banyak air.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari stres.
  • Hindari alkohol atau softdrink.
  • Hindari merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah. Sebuah referensi menyatakan bahwa 95 persen amputasi yang berkaitan dengan diabetes dilakukan pada para perokok.
  • Minum obat yang dianjurkan dokter untuk menurunkan kadar gula.
  • Bagi penderita diabetes tipe 1, pemberian insulin secara teratur perlu diberikan melalui terapi insulin.

Obat penyembuh diabetes memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan gula dalam darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus dijalankan. Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter yang telah berpengalaman dalam pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.